Ayat Ayat Cinta (komen ikut-ikutan)

Akhirnya pulang kantor kemarin saya menyempatkan diri untuk menonton Ayat Ayat Cinta. Singkat saja, baru kali ini saya melihat bioskop dipenuhi dengan para wanita berjilbab yang mengantri didepan penjualan tiket film ini. Serius baru kali ini. Kemana para ABG menyebalkan itu? Hehe.

 

Film pun diputar, dan saya pun bisa merasakan kekecewaan yang sering dilontarkan dalam beberapa tulisan para blogger. Hingga pertengahan cerita ketika fahri dijebloskan ke dalam sel, kekecewaan itu menjadi-jadi karena keadaan sel dan kelima orang didalam sel yang digambarkan dalam novel tidak sama. Dan yang terburuk adalah saat Aisha berada dirumah Eqbal Hakan Erbakan (Surya Saputra) untuk menenangkan diri, mike diatas kepalanya sesekali muncul dan itu sangatlah konyol untuk ukuran film yang sudah ngetop jauh sebelum release. Memang jika dibandingkan dengan novelnya sendiri, film ini jauh dari harapan. Efek tenang yang saya dapatkan di tiap baris novel tersebut tidak bisa saya rasakan di Film ini. Tapi ternyata film ini tidak seburuk yang saya bayangkan. Saya mulai menikmati film ini justru pada pertengahan menuju akhir cerita . Saat saat itulah banyak pesan moral yang mulai terasa mengena. Para penonton wanita pun banyak yang menangis, terutama pada moment dimana Aisha memberikan cincinnya sebagai mahar untuk menikahi Maria.

 

Tadinya saya pikir, saya akan ngomel ngomel setelah menonton film ini. Tapi saya bersyukur karena diingatkan untuk tidak membandingkan film ini dengan novel aslinya jika saya ingin menikmati betul isi dari film ini. Dan Voila!! Saya keluar dengan wajah tersenyum. Hanung sudah berusaha keras. Mudah2an kedepannya bisa lebih baik.


About this entry