Turut Berduka Cita
Atas terbelenggunya kebebasan berinternet di kantor. Tempat yang sebelumnya menjadi daerah teraman dan nyaman untuk saya bisa mengeblog. Meski wordpress sendiri nasibnya tidak seburuk facebook, friendster, myspace, youtube, dan lain sebagainya namun sebuah teguran dan aksi memperlihatkan situs apa saja yang saya jenguk sudah cukup membuat saya keder. Padahal ga banyak blog yang saya tengok ditambah beberapa situs infotainment berita.
Belum lagi habis rasa kesal saya, hari ini tiba tiba yahoo tidak bisa dibuka, entah apa masalahnya. Saya tak dapat membuka yahoo mail dimana disitulah tempat satu2nya saya dapat berchatting ria berbagi gossip melepas rindu dengan teman2 setelah Yahoo Messenger di remove dari semua kompi setahun lalu dan webmessenger.yahoo terblokir sejak kemarin. Sepertinya situs2 sejenis meebo dan apapun yang paling sering dikunjungi oleh staff kantor sudah pasti akan diblock juga. Ah.. ini merupakan Juni penuh derita.
Berikut petikan perbincangan kami pada Juni 13, 2008
Meeting laporan penjualan selesai lalu….
Bos: “Let’s see what you have been doing all day” memutar kompinya ke arah saya
Me: “Yes please” (nyengir kuda)
Bos: “it seems like you are ‘The Busy’ number 2″ “Let’s check who ‘The Lucky’ number 1″ is
JENG JENG…… muncullah nama seorang anak grafis dan bos pun memperlihatkan pada saya satu demi satu situs apa saja yang dia buka, termasuk milik saya. Yak, sejak Seminggu lalu masing2 staff dikantor memang mendapatkan username sendiri untuk menggunakan internet.
Bos: Sembari menyerahkan kertas2 laporan saya “Well, I hope you ‘jangan main-main’ ya’”
Me: argueing isn’t my style, saya memang lemah urusan begini. Jadi masih dengan nyengir kuda dan bahasa linggis pas2an saya bilang “Okay, i just read some news and see what is happening out there”
Bos: “Sure you can, but not here”
Me: “Yeah right” (doh pengen rasanya tuh bule saya deportasi balik ke ostrali biar ga bisa ke Indon lagi)
Keluar ruangan Bos dengan langkah lunglai.
*Merenung di meja kerja*
“Secepatnya saya harus enyah dari sini”
About this entry
You’re currently reading “Turut Berduka Cita,” an entry on GoodTime BadTime
- Published:
- Wednesday, June 18, 2008 / 10:57 am
- Category:
- Uncategorized
- Tags:
- Curhat

26 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]