Remeh Cs

by Biyung Nana

Seberapa sering kita menganggap diri kita lebih baik, tahu dan mengerti terhadap sesuatu hal daripada orang di hadapan kita?. Hehe… Jangan bilang ga pernah. Pasti ada suatu masa dimana kita berpikir dan berperilaku seolah olah kita paham segala hal. Masih ga ngaku juga? Coba inget – inget deh. Kadang kita malah ga sadar bahwa kita pernah melakukannya. Terakhiran, kita dah terlanjur kena cap cewe / cowo sombong aja. Disisi lain ada orang yang sakit hati karena merasa diremehkan. Syukur syukur kalo orang itu punya mental baja dan berhati mulia. Tapi kalau yang kita hadapi termasuk orang yang terlampau sensitive perasaannya dan berbuat naked nekat. Bisa bisa kita dicincang dijadiin perkedel. (hehehe lebay yah). Meski tak sampai bunuh2an – ga banyaklah, sadar ga sadar perilaku ‘menganggap diri lebih baik’ mampu menyakiti perasaan seseorang. Dalam beberapa kasus, terlalu seringnya seseorang mendapati dirinya merasa diremehkan / direndahkan akan membuatnya semakin tidak percaya diri dan menghambat kemampuannya bersosialisasi (maaf ini hanya analisa asal2an tanpa riset ilmiah dan merupakan pengalaman pribadi saja). Dalam kasus lain mungkin justru sebaliknya. Seseorang yang sering dihadapkan pada orang2 yang berperilaku sombong justru membuatnya makin kuat mental dalam menghadapi dunia yang keras. Membuatnya menjadi sosok yang justru makin rendah hati, bukan rendah diri.

Entah faktor apa yang menyebabkan perbedaan sikap itu, tapi saya sedang tidak punya cukup waktu untuk mencari tau (hehehe.. klo yg ini tanya sama psikolog yang bener aja deh). Yang pasti, berhati-hatilah dalam bertutur. Bisa jadi sesuatu yang kita anggap kecil, rendah, remeh temeh itu memiliki sesuatu yang justru mulia di mata Tuhan. Alloh SWT. Jangan sampai nanti malu sendiri. Sudah merasa diri paling baik dan terlanjur ‘sok tau’ eh ternyata orang di depan kita itu justru melebihi dari yang kita kira, baik kemampuan ataupun akhlak.

Orang jawa bilang… don’t judge the book by its cover ;)