Ikhlas Bongkar Pasang

by Biyung Nana

Saat ini, mungkin itu adalah istilah yang pas buat Nana.

Sederet nasihat tentang ikhlas dari bang Sa’i cukup menenangkan. Setelah sedikit kekacauan yang cukup membuat Nana berantakan.

Bang Sa’i bilang sekarang saatnya Nana mempraktekan teori ikhlas yang pernah Nana baca.

‘It takes time Na’
‘perlu proses, yakinlah kalau segala peristiwa yang kita rasa baik atau buruk adalah yg terbaik dari Allah’
‘Rasakan sakitnya, sesalnya sampai kamu benar2 terbiasa, jangan ditolak… lalu release semuanya’
‘Ibaratkan kamu dalam perjalanan DPS-Kintamani jangan pikir kalau jalannya macet, hujan dan dingin… sudah jalan saja, karena tujuannya sudah pasti… Kintamani’

Nana sedikit menyela
‘kalau itu Nana tau bang, ngerti, Nana sendiri pernah rasain hasilnya tapi kenapa Nana harus reinstall lagi ? Kenapa jadinya bongkar pasang begini ?’
‘Ada caranya Na, tahap yang harus dilewatin untuk sampai pada ikhlas yang permanent. Mestinya kamu, mbak aning, kita ketemuan jadi saya bisa jelasin lebih detail’

‘sementara…. Kamu rasakan dulu segala sesalnya, mau kamu nangis ya nangis aja. Tapi kemudian lepas semua. Benar2 lepas, karena terkadang sebenarnya dia belum lepas, tapi bersembunyi dibawah alam sadar kita’

‘Lalu berdoa, jangan pikirkan hasilnya, tapi mintalah saja. Bukan tugas km untuk khawatir, tugas kamu cuma minta sama Allah’

————————

Nana bersyukur kenal dengan bang sai dan orang2 dari kata hati lainnya. Pak Arief, Mas Bayu dan istrinya Bu Agung yang baru saja Nana kenal beberapa hari lalu selalu memotivasi Nana untuk belajar ikhlas lebih dalam. They’re all such a wonderfull people. Mau berbagi dan sharing ilmu tanpa pamrih dan motif apa2.

Dan hari ini, kembali Nana susun kepingan puzzle yang telah tercecer. Nana kacaukan semua yang telah Nana rangkai dengan baik. Tapi Nana yakin Allah ada buat Nana. Maha mengetahui segala yang sempat Nana lupakan. Terlena dgn kepunyaan yang cuma pinjaman. Maha pengabul doa bagi yang meminta dan bahwa semuanya sudah sempurna. Yang penting Nana sudah sampaikan keinginan Nana ke Allah. Allah pegang keinginan Nana, dengan doa, usaha dan air mata. Nana yakin tiap tetes air mata Nana ga ada yang sia2. Hanya saja Allah punya cara yg lebih elegan untuk mengabulkannya. Bisa jadi doa itu terkabul hari ini, ditunda atau tergantikan. Allah maha tau yang terbaik untuk umatnya.