Aku kembali

Pada masa yang sempat kukenali. Ketika hilang nyaris tak terganti. Hujan dan secangkir kopi panas, di atas sofa maroon dengan alunan irama jazzy chill out. Telingaku bermanja senandung etnik diantara gendang dan flute.

Bagai insan merindu sang kasih. Aroma tanah menyelinap dari sela – sela jendela. Kupeluk erat waktu agar tak berlalu. Biar kelu tak lagi sembunyi. Lepas, terbang, pergi.