simfoni di dalam diri
Bagaimana membuat diri ini tidak mudah tersentuh? Oleh kemarahan, suka cita, pujian dan caci maki. Tidak membuat penghakiman akan baik – buruk. Lepas dari kemelekatan atas definisi bahagia dan derita, kurang dan lebih. Hidup dalam kesadaran dan belajar menerima. Menerima bahwa sesungguhnya segala sesuatunya sudah pada tempatnya (sempurna). Memeluk pengertian bahwa benar itu indah, salah juga indah.
Mungkin buku ini cukup mampu menjawab semua pertanyaan diatas. Bagaimana menumbuhkan cinta dan rasa welas asih pada setiap keadaan (susah – senang, sedih – gembira, pujian – cacian). Jurusnya sama saja, bersabar, bersyukur, dan hidup dengan kesadaran. Buku yang sarat akan renungan.
Akan lebih baik lagi jika anda sudah mengenal dan terbiasa melihat bagaimana Gede Prama menuturkan kejernihan. Karena ada beberapa penggalan penggalan kalimat ‘tak biasa’ yang harus disimak dengan teliti. Dengan membayangkan gaya bertutur Gede Prama, pencerahan pencerahan itu akan mudah dipahami.
Selamat membaca
About this entry
You’re currently reading “simfoni di dalam diri,” an entry on GoodTime BadTime
- Published:
- Monday, June 8, 2009 / 6:10 pm
- Category:
- Uncategorized
- Tags:
- buku


2 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]