the truth
by Biyung Nana
White lie, berbohong demi kebaikan. Adakah benda semacam itu di dunia?
I used to trust this concept does really exist. ‘Untuk kebaikan bersama’ begitu orang bilang. Ada rasa kekhawatiran akan resiko menyatakan kejujuran. Khawatir ini akan menciptakan konflik, perpisahan, ketersinggungan atau semata mata hanya untuk kelanggengan. Terjebak dengan pikiran bahwa pasangan tidak bisa menerima kenyataan.
Belakangan… saya menyadari betapa melegakannya sebuah kejujuran total. Tidak ada yang disembunyikan. Jujur itu tidak mudah, terlebih bagi mereka yang tidak terbiasa dan menganut paham ‘white lie’ (baca: kejujuran yang tertunda). Kejujuran tertunda hanya menawarkan rasa aman yg bersifat sementara, semu dan lama kelamaan menjadi tumpukan rasa bersalah, beban dan konflik batin
“The truth sets you free”
Tidak ada white lie
Karena hanya kejujuranlah yang membawa kelapangan hati, kelegaan dan hidup tanpa menumpuk beban.
Saya terbiasa menghindari konflik dengan lebih sering diam. Menyimpan yang saya rasakan karena takut pasangan tidak akan menerima. Yang terbayang adalah jika saya bicara apa adanya, maka itu sama saja dengan memulai pertengkaran, kekhawatiran bahwa konflik akan berujung perpisahan membuat saya enggan bicara apa adanya.
Mengasah diri untuk mengungkapkan isi hati, itu yang sedang saya pelajari. Saya paham bahwa saya tidak terampil dalam berkomunikasi namanya juga pemalu
. Hal penting lain adalah bagaimana menerapkan Komunikasi Tanpa Kekerasan, (Non-Violent Communication). Yah.. sesuatu yang juga harus saya pahami. Karena ini akan mengasah kemampuan saya untuk berempati, terhadap pasangan, sekitar.. siapapun. Tidak satupun dari kita yang menyukai perlakuan kasar bukan? baik itu berupa ucapan ataupun tindakan fisik.
……
Bahwa hidup ini ga selalu manis. Meski begitu… pahit-manis, positive-negative, semua membuat kita bertumbuh. Bahwa tidak satupun hal di dunia ini yang tercipta sia sia, semua pasti ada maknanya

setuju… bohong adalah bohong. jujur adalah jujur. ga boleh ada wilayah abu-abu di antaranya. tapi bukan lantas diam lho…
tp klo bawel gimana?
setuju dengan postingnya… bagus. dan setuju, bahwa semua yang terjadi pada kita apakah itu baik atau buruk, pasti ada hikmah dan makna dibaliknya. salamm
maap numpang mampir..
intinya… segala sesuatunya harus diutarakan, ga ada istilah karena menjaga perasaan lantas memilih diam…
been there done that, and the result was… [sigh] yg ada belajar menyampaikan sesuatu dgn bahasa yg tepat, tidak dikurangi, tidak dilebihkan. intinya siy ga boleh boong hehehe
setuju mbak, bohong itu ndak baik walaupun tujuannya untuk kebaikan. sama kayak mbohongi anak, sekali ketauan malah susah mbilanginnya
yup, aku idem sama komen pa’ e, tinggal mengolah atau mengatur cara komunikasinya saja, sehingga lawan bicara enak atau mudah untuk menerima arti dari ungkapan kejujuran itu…
intinya don’t worry untuk jujur, kalau aku lebih bisa menerima kejujuran walau ga enak didengar ditelinga, awalnya mungkin bakal sakit, sedih tapi selang beberapa hari saja rasa ga enak itu pasti akan bisa hilang dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu dan pemikiran yang lebih sadar, lebih matang…
aya paham bahwa saya tidak terampil dalam berkomunikasi namanya juga pemalu
>>> yakin na ??? bukan malu – maluin yah ??? kayana kesalahan dalam menempatkan imbuhan tuh *jujur yg diplomatis