Biyung Nana

Good Times, Bad Times

Month: December, 2009

Goodtime Badtime

Ada tangis, tawa, marah, benci, tak terasa semua mewarnai setahun belakangan ini. Berat? (Sigh).

Keringat dan letihku mengais rejeki, tangisku manakala lelah dan caci menghampiri. Ucapan serupa preman pasar begitu melukai hati. Ketakutan dan rasa terintimidasi, melelahkan. Seakan pundak tak mampu lg bertahan. Ah aku ini suka berlebihan :D

Boleh jadi aku yg terlampau perasa, tak paham, tak mampu tapi memaksa. Mungkin karena aku keras kepala.

Lalu Kemana cinta gerangan? Ketulusan jauh dari hadapan. Tipu muslihat, fitnah dan tekanan. Aku hanya ingin pulang kerumah mendapat tenang.

Setahun pula lelakiku telah menemani. Memberikan pundaknya untuk kubanjiri air mata disaat kami mestinya tertawa. Ah sms itu..   :) kebodohan2ku, moment2 menyebalkan itu. Hihihi makasi ya sayang, it’s been an amazing year with you. Oh.. And one more thing.. Happy First Anniversary.  Hopefully through passing time our love still grows, our life gets better and better and everyday I keep on loving you more and more :)

(Hihi.. You know what.. It’s funny how quick things change ya ^^)

Anyway, Beberapa hari ini mungkin banyak orang akan disibukkan dgn susunan resolusi, mungkin juga aku.. kunamakan itu menyusun mimpi. Akan kutulis satu persatu daftar mimpiku diatas kertas lalu kubakar dan kubiarkan menjadi abu. Agar angin meniupnya terbang hingga Semesta mendengar lalu membawakannya untukku.

Mimpi untuk orang tersayangku, Ibu. Semoga tahun depan aku bisa lebih membahagiakanmu. Terutama dan yg terpenting adalah membelikan rumah untukmu :) bagaimana caranya? mungkin atau tidak? biarlah Allah yg atur :p

Just keep on dreaming :)

Hmm… Did I miss something?

Hihi this blog.. Yeah, haven’t talked about it, thing that changed my life lightly, yang mempertemukanku dgn orang2 hebat. Membawaku ketempat yang kuingini tanpa perlu beranjak. Membaca berbagai rasa, melihat banyak warna. Thanks to the onliners, bloggers, friends, relatives dan siapa saja yg pernah mampir kemari. Really appreciate it.

Terakhir…

I would simply like to wish you a Happy and Healthy New Year. May all dreams come true in the forthcoming year.

 

Luv, Nana

love should

Love is a verb, but they never did a thing, I shouldn’t have wished for any
—–
Stumbling down, and I can feel something shaped like a drop of a thin liquid falling down my eyes.. Teardrop
—–
Losing a lionhearted, true to fact. Faithfulness. Witnessing what may be the disgrace of my lifetimes. Pray
—–
Wounded heart, gently touch. I need love. Something a family should give.
—–
maybe I shouldn’t have wished for any

shoe drama

“She lives a life she didn’t choose
And it hurts like brand-new shoes”
(Pearls, song by Sade)

Mmm, ini bukan kisah perempuan somalia yg berjuang bertahan hidup seperti lirik lagu pearls milik Sade. Ini tentang sepatu baruku (lihat gb. 1, yak yg tengah itu).

Begitulah, sepatu baru adalah penanda bahwa semusim telah berlalu. Terus dan selalu begitu, Jika bukan kelingking yg menyembul, ada saja yg robek atau haknya makin gundul.

Hari pertama dengan sepatu baru. Ritual wajibnya adalah memasang plester di beberapa sisi kaki. Seharusnya sudah kutempel sebelum kaki ini ‘mencicipimu’. Sayang, aku terlalu yakin padamu.. Percaya bahwa kau tak menyakitiku.

“Like a virgin.. Touch for the very first time”
(Like a virgin, song by Madona)

Kudapatimu melukai pergelangan kakiku, kelingking mungilku.. Memaksaku membuka tas P3k mencari cari sesuatu untuk membalut ‘ciptaan Tuhan yg paling seksi’ ini agar tak kian meradang. (Lihat gb.2)

Lihat yang kau lakukan, berjalan pun aku kesulitan. Terpaksa kubiarkan tumitku menginjak ‘lehermu’ hanya agar aku mampu bertahan..

Maafkan.

Tapi sampai kapan? Waktuku banyak terbuang.. Hanya menunggu kau sedikit melonggar. Agar aku leluasa.. Bebas melangkah kemana saja. Tanpa perlu meringis kesakitan, dan semua pekerjaan lancar.

Sempurna

Mungkin saja karena ini bukan sepatu mahal?

Ah siapalah aku.. Cuma kuli yg ga pernah cukup dengan hanya segenggam berlian di tangan.

sepi

Hujan datang
Petir bersahutan
Kilatan cahaya menghentak
Ada nurani yg sepi
Riuh gemuruhmu tak cukup meramaikan

Kututup mataku
Tak ingin kulihat silau itu
Kututup telingaku
Tak ingin kudengar geramanmu
Kututup hatiku…

Satu satu
Kubenamkan pilu
Diantara sepi
menyendiri

Dan kututup hatiku…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 101 other followers