shoe drama
“She lives a life she didn’t choose
And it hurts like brand-new shoes”
(Pearls, song by Sade)
Mmm, ini bukan kisah perempuan somalia yg berjuang bertahan hidup seperti lirik lagu pearls milik Sade. Ini tentang sepatu baruku (lihat gb. 1, yak yg tengah itu).
Begitulah, sepatu baru adalah penanda bahwa semusim telah berlalu. Terus dan selalu begitu, Jika bukan kelingking yg menyembul, ada saja yg robek atau haknya makin gundul.
Hari pertama dengan sepatu baru. Ritual wajibnya adalah memasang plester di beberapa sisi kaki. Seharusnya sudah kutempel sebelum kaki ini ‘mencicipimu’. Sayang, aku terlalu yakin padamu.. Percaya bahwa kau tak menyakitiku.
“Like a virgin.. Touch for the very first time”
(Like a virgin, song by Madona)
Kudapatimu melukai pergelangan kakiku, kelingking mungilku.. Memaksaku membuka tas P3k mencari cari sesuatu untuk membalut ‘ciptaan Tuhan yg paling seksi’ ini agar tak kian meradang. (Lihat gb.2)
Lihat yang kau lakukan, berjalan pun aku kesulitan. Terpaksa kubiarkan tumitku menginjak ‘lehermu’ hanya agar aku mampu bertahan..
Maafkan.
Tapi sampai kapan? Waktuku banyak terbuang.. Hanya menunggu kau sedikit melonggar. Agar aku leluasa.. Bebas melangkah kemana saja. Tanpa perlu meringis kesakitan, dan semua pekerjaan lancar.
Sempurna
Mungkin saja karena ini bukan sepatu mahal?
Ah siapalah aku.. Cuma kuli yg ga pernah cukup dengan hanya segenggam berlian di tangan.
About this entry
You’re currently reading “shoe drama,” an entry on GoodTime BadTime
- Published:
- Saturday, December 19, 2009 / 11:15 pm
- Category:
- Uncategorized
- Tags:



7 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]