lazy friday

Hari pertama 2010, hari jumat, jumat malas, hari jumat yang panas. Nonton tv, baca, ngemil sampe gembil dan berpikir… How is it gonna be? My financial security, emotional dramas, love relationship then it ended up with future forecast article on website of a local lifestyle magazine where I used to work for, astrology by Roy Rudgee on beatmag.com. Lanjut ke majalah lain, The Weekender. Tapi belum habis The Weekender terbaca sudah pindah ke buku Kompetensi Sekretaris. Baru 2 halaman selesai malah buka 148 kumpulan resep jus buah & sayuran sambil sesekali nyampah di twiter sebelum akhirnya kembali ke The Weekender. Tiap setengah menit buka kamus inggris-indonesianya John M. Echols dan Hasan Shadily supaya bisa ngerti artikelnya Dalton. Duh pengen bisa basa linggis ngalir kayak aer tapi sussyenya minta ampyun. *thinking* kalo pake kamus oxford bisa lebih cepet jago ga ya.. Aaargghh anyway

Tak terasa. Sudah masuk hari kedua 2010, lewat tengah malam. Masih saja gerah. Nyaris tak setetes hujanpun turun, bahkan angin sepertinya bersembunyi. Kalau begini, ritual sebelum tidur adalah mencuci muka, tangan, kaki truss nongkrongin kipas angin bulukan disamping tempat tidur. Living like we are in the tropics, hell yeah. Got AC from some opened windows, alias Angin Cepoi-cepoi.

Feels like in Bali… Luv it :)


About this entry