Roti Pizza Ala Na – the story behind
Nah pelajaran memasak kita mulai dari yang termudah. Tapi sebelumnya akan Nana jelaskan sedikit pengertian tentang memasak. Menurut buku Tata Boga yg pernah saya baca, memasak adalah proses membuat atau mengolah bahan makanan agar mudah dicerna, menjadi lunak dan menghasilkan hidangan yg bervariasi dalam hal rasa, warna, juga terhindar dari penyakit akibat bahan makanan mentah yg mengandung bakteri, amoeba, parasit serta lainnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memasak adalah cara kerja dan teknik yang tepat serta urutan kerja yang efisien. Misal, dimulai dari menyiapkan peralatan memasak, memotong bahan makanan, kemudian membersihkan bahan makanan. Pencucian dapat dilakukan sebelum maupun setelahnya, tergantung bahan makanan yang digunakan. Bumbu-bumbu yang digunakan pun sebaiknya sudah tertata rapi dihadapan dan satu lagi.. Doa. Jangan pernah lupa berdoa agar hasil masakan kita tidak hanya sekedar mengenyangkan, tapi juga membahagiakan
Sebagai pemula, kegagalan akan selalu menghantui. Entah masakan terlalu asin, terlalu manis, gagal dalam proses pemanasannya, dan lain lain. Akan tetapi, satu hal yang patut dipahami dan ditanamkan untuk mereka yang baru mulai belajar memasak seperti saya, bahwa semua ‘masakan gagal’ itu merupakan awal terciptanya menu baru
trust me..
So that’s why you call it an art of cooking. Use your imagination dan jangan pernah takut mencoba. Percayalah, kalian semua bisa masak!
Let me tell you a story behind this yummy food. Roti Pizza ala Na
Pasti pernah nonton iklan keju Chef Bara kan? Episode roti pizza, it looks so easy. Cuma butuh roti tawar kupas, saos tomat, sosis, bawang bombay dan cheedar cheese. Dihangatkan sebentar dan voila! Pizza jadi.
Guess what? Saat saya coba membuatnya ternyata it’s not as easy as it shows on TV. Mungkin karena imajinasi saya sedikit berbeda, saya ingin cheesenya melted diatas topping roti. So I decided to switch it to quick melted cheese, tanpa menyadari bahwa saya tidak punya oven. Saya pikir karena dia keju yg cepat leleh, sedikit panas akan membuatnya mudah lumer. Tidak hanya itu, topping pun saya tambahkan tumisan bawang bombay dgn daging burger yg dipotong potong memanjang seperti korek api, Plus, tips tambahan dari hasil browsing yang konon teflon untuk memanaskan pizza harus kita alasi dengan aluminium foil, dan tebak apa yang terjadi. 2 roti pizza saya keburu hangus dan Sang Keju masih terlihat padat, sementara 8 roti pizza masih mengantri untuk dipanaskan.
Solusinya? Cuma satu
Jangan panik
Dengan pikiran tenang kita akan mampu berpikir jernih, tepat mengambil keputusan dan dijamin, ini bahkan bisa lebih baik.
Satu persatu saya angkat topping roti pizza tersebut dan dimasukkan ke dalam wadah. Setelah terkumpul semua, roti tawar tadi saya panggang sebentar di atas teflon dengan sedikit mentega, atau buat yg punya toaster bisa menggunakan alat tersebut (disini yang terpenting adalah menghangatkan atau menggaringkan roti tersebut). Kemudian, semua topping tadi kita masukkan ke dalam wajan untuk dipanaskan, hanya agar keju tersebut leleh.
Setelah roti cukup garing dan toping selesai, ambil dua sendok makan toping kemudian oleskan di atas roti tersebut. Voilla! Ga sia2 kan
Rasanya? jauuuuuh lebih enak dari resep aslinya
Selamat mencoba
ROTI PIZZA ALA NA
Bahan2:
Roti tawar kupas 10 lbr
Mentega untuk olesan dan menumis
Saos tomat dan Saos Sambal
Bawang Bombay dipotong sesuai selera
Sosis ayam/sapi dipotong sesuai selera
Daging Burger ayam/sapi dipotong sesuai selera
Quickmelt cheese
Proses memasak:
Oles roti dengan mentega, panggang diatas wajan, oven atau toaster hingga garing. Sisihkan
Tumis bawang bombay sampai harum. Masukkan sosis dan daging burger aduk sebentar.
kemudian beri potongan quickmelt cheese, aduk hingga keju leleh dan tercampur. Angkat lalu oles pada tiap roti. Sajikan dengan saos tomat atau saos sambal.
Gutlak
About this entry
You’re currently reading “Roti Pizza Ala Na – the story behind,” an entry on GoodTime BadTime
- Published:
- Wednesday, January 13, 2010 / 10:51 am
- Category:
- Uncategorized


8 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]