Biyung Nana

Good Times, Bad Times

Month: February, 2010

meracau

Karena tak ada manusia yang mau dengar, baiknya aku bercengkrama denganmu. Tentang hari yg panas dan pergerakan manusia disekitarku. Tentang betapa lemahnya wujud ini dan sedihnya rasaku. Tentang kebosanan mereka menyimak keluh kesahku.

Mungkin salah mengadukan semua ini pada mereka ketimbang denganmu. Menunggu diperhatikan dan mengacuhkanmu. Aku kacau dan dunia tidak menerima orang kacau.

Rasanya seperti tersudut. Semua tak ada yang benar dan aku tak lagi sabar.

Aku tak pernah menang meski aku benar. Tak pernah untung meski aku jujur. Bohong pun hasilnya sama. Dan semuanya runtuh. Kembali aku mengeluh.

Mana kerja dengan hati? Sementara pada uang aku bertaruh. Takut jatuh miskin, sungguh hatiku rapuh.

Pijakanku hilang. Dengan kaki telanjang, Perih manakala kerikil tajam terhampar. Aku merintih kesakitan. Di tengah gurun, hutan, padang ilalang, hujan atau angin kencang.. Sendirian…

(Kamis sore di sebuah ruangan)

mini tape pancake ala cheff Nana

Dialogku yg njelimet pada diri sendiri.

Makanan lagi?

iya

Sejak kapan blog ini jadi blog memasak?

Sejak aku mulai meluangkan waktuku untuk selalu memasak

Sejak kapan suka masak?

Sejak aku menyadari bahwa aku ini perempuan

Apakah perempuan harus suka dan bisa masak?

Tidak, tapi lingkunganku berpendapat bahwa perempuan harus bisa masak

Dan kamu mau mengikuti apa kata mereka?

Tidak, memasak bukan sebuah paksaan.

Lalu mengapa kamu memasak?

Karena aku suka masak

Mengapa kamu suka memasak

Karena aku suka makan

Suka makan belum tentu harus suka masak kan?

Betul

Lalu kenapa suka masak?

(sigh) *mulai ga sabar* Gini lho, karena bagiku memasak adalah keindahan. Keindahan proses dari menyiapkan bahan hingga penataan. Seni yang tidak semua orang bisa rasakan. Jadi memasak bukanlah kewajiban. Melainkan sebuah persembahan. Kita semua butuh makan, dan betapa indahnya dunia bila kita dapat mempersembahkan kasih sayang. (lho??? Kok tambah njlimet???)

Alah mbuh…

*sok nge-cheff*

:D

Suatu sore sepulang dari kantor saya mendapati 3 potong tape singkong / peuyeum di fridge. Karena sedang ingin sekali ngemil maka terbesitlah ide untuk membuat pancake tape. Pada dasarnya resep yang digunakan adalah resep ‘plain’ pancake, hanya saja dalam prosesnya ditambahkan tape singkong yang telah dihaluskan.

Berikut ini resep dan cara membuatnya:

Bahan:

Tape singkong, haluskan

Tepung terigu

Telur

Susu cair

Mentega cair

Baking powder

Gula pasir

Cara membuatnya:

Seperti biasa :D

campur semua bahan suka suka hingga adonan mengental kemudian siapkan wajan datar lalu tuangkan secukupnya sesuai kapasitas :D (saya menggunakan cetakan “snack maker” seperti pada gambar)

khusus resep saya, saya menambahkan taburan gula pasir diatas adonan yang baru dituang, sehingga setelah dibalik taburan gula akan tercaramelized. (hanya untuk wajan anti lengket)

dan voila… mini pancake tape ala chef Nana siap dinikmati :)

dalam diam

Keheningan ini membuat saya seakan-akan pulang. Suatu perjalanan kembali dari kusutnya rangkaian ingatan. Seperti menuju rengkuhan ibu. Hangat dalam dekapan.

Ini yang saya lihat; saya sendirian berjalan di tengah hutan. Menyusuri jalan setapak berdampingan dengan sungai kecil berair dangkal berpagar pepohonan rindang. Yang bebatuannya tegas terlihat menyibak riak airnya. Dan tak ada satupun manusia.

Terus berjalan.. Meyakini yang saya tapaki adalah jalan pulang

no contents

It was tugudtubitru when..

Pulau 27 jan 09
Aku dan lelakiku 27 jan 09
Two to tango 28 jan
Beda 12 feb 09
Busy 27 feb 09
April issue 7 april 09
Empat 24 april 09
Mei 06 may 09
Love to see you sleep 28 july 09
Mistake 5 oct 09
The power of… 21 jan 10

Making our mark.
creating step-by-step of our way through the good and the bad…

… And let the contents’ gone
Shipping across the self
Then counting back at one

One..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 101 other followers