meracau
Karena tak ada manusia yang mau dengar, baiknya aku bercengkrama denganmu. Tentang hari yg panas dan pergerakan manusia disekitarku. Tentang betapa lemahnya wujud ini dan sedihnya rasaku. Tentang kebosanan mereka menyimak keluh kesahku.
Mungkin salah mengadukan semua ini pada mereka ketimbang denganmu. Menunggu diperhatikan dan mengacuhkanmu. Aku kacau dan dunia tidak menerima orang kacau.
Rasanya seperti tersudut. Semua tak ada yang benar dan aku tak lagi sabar.
Aku tak pernah menang meski aku benar. Tak pernah untung meski aku jujur. Bohong pun hasilnya sama. Dan semuanya runtuh. Kembali aku mengeluh.
Mana kerja dengan hati? Sementara pada uang aku bertaruh. Takut jatuh miskin, sungguh hatiku rapuh.
Pijakanku hilang. Dengan kaki telanjang, Perih manakala kerikil tajam terhampar. Aku merintih kesakitan. Di tengah gurun, hutan, padang ilalang, hujan atau angin kencang.. Sendirian…
(Kamis sore di sebuah ruangan)
About this entry
You’re currently reading “meracau,” an entry on GoodTime BadTime
- Published:
- Thursday, February 18, 2010 / 11:56 pm
- Category:
- Uncategorized
- Tags:

6 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]