Biyung Nana

Good Times, Bad Times

Month: March, 2010

kopdar chicers-talk Bali

Sabtu, 19 Maret 2010 adalah waktu yang sudah lama dinanti oleh para anggota milis chicers-talk, milis para pembaca CHIC Magazine – A Smart Magazine for Career Girls. Bertempat di Excelso Café Kuta, acara kopdar ber-desscrode white chic ini di-manage oleh majalah CHIC sendri yang kebetulan (mungkin) sedang berwisata ke Bali. Adalah Mbak Tessa dari bagian promosi yang mengatur pertemuan yang juga dihadiri Managing editor CHIC Mbak Emma Aliudin, Mbak Ida dan Mas Tejo Wahyu Jatmiko dari Indonesia Berseru, dua orang pemenang trip ke Bali dari kuis smart shopper majalah CHIC; Rina dan Pipit (colek me if I’m wrong :p ) serta beberapa mbak-mbak yang saya lupa namanya :p (maap).

Satu persatu para anggota milis yang sudah memberi konfirmasi datang. Beberapa kebingungan mencari tempat parkir, beberapa yg sebelumnya mengkonfirmasi tidak hadir tiba-tiba muncul tanpa dosa (mungkin karena gratisan makan dan minum *ngumpetdikolongmeja*).

Acara diisi dengan perkenalan dari semua anggota milis yang hadir termasuk  dari pihak CHIC dan Indonesia Berseru. Mas Tejo juga sempat memberikan pemaparan tentang visi misi dari organisasi yang beliau wakili. Pencerahan difokuskan pada sejauh mana minat kita menggunakan produk-produk lokal, khususnya dalam pemilihan bahan pangan. Karisma Mas Tejo ternyata sanggup menghanyutkan para milisers yang semuanya perempuan.

Berikutnya adalah sesi kuis, beberapa pertanyaan dilontarkan oleh Mbak Emma baik mengenai CHIC dan Indonesia Berseru. Salah satu yang beruntung adalah… saya sendiri :p . sebuah T shirt dan folded bag dari Indonesia Berseru berhasil saya bawa pulang. Tapi… ga cuma itu, masing-masing dari kami membawa sebuah goodie bag persembahan dari Majalah CHIC yang isinya, Voucher Excelso, Majalah CHIC, Majalah Respect, sticker dan lain lain.

Canda, tawa dan kegaduhan menggema seantero ruang Excelso Cafe. Makanan dan minuman nyaris ludes karena beberapa sisa dessert dan sandwich dibawa pulang. Yah begitulah kami para perempuan yang semuanya nyaris punya hobi makan ;)

Terimakasih untuk majalah CHIC, hope to see you again sometimes

 

nyepi kali ini

Hanya satu hari dalam setahun, tanpa hiburan dan cahaya lampu. Tiada bepergian, hanya kesunyian diantara penatnya waktu menunggu. Menunggu sehari terlewati yang umumnya bagi kami begitu membosankan, beberapa bahkan memilih lari menghindar.

Begitulah keluh para pendatang yang tak menjalankan Tapa Brata peNyepian. Padahal, di malam sebelumnya kami mengikuti semarak dari hingar bingar gamelan para pengarak Ogoh-Ogoh.

Persiapanpun tak kalah heboh, umumnya, bagi yang tak cukup memiliki rupiah untuk menyewa sebuah villa atau kamar hotel, akan memadati supermarket membeli persediaan makanan di rumah. Dari menu makan besar sampai cemilan. DVDpun tak kalah jadi incaran, dari film action sampai film biru demi membunuh kekosongan.

Sayangnya, untuk tahun ini, Nyepi betul2 dibuat sepi. Kami yang biasanya menyiapkan segala bahan untuk menutupi seluruh jendela dan pintu dari celah cahaya, entah dari selimut, handuk ataupun koran demi menonton TV agar tak terlihat oleh para pecalang/polisi adat, kini tak perlu repot lagi. Seluruh channel TV nasional tak tayang disini.

Maka sempurnalah Nyepi kali ini. Bahkan cicak, tokek, anjing, kucing tetangga yg hobi kawin pun hening. Seolah ikut khusyuk beribadah menyeimbangkan bumi.

Namun satu hal yg konon sempat membuat peribadatan umat Hindu sedikit terusik. Sebuah komen seorang remaja bernama Ibnu di facebook yang berkeluh kesah dan mengucap kata T*I pada perayaan Nyepi. Banyak yg tersinggung, tapi banyak pula yg dengan bijak menanggapi.

Kejadian ini mengingatkan saya pada cerita gede prama yg pernah berkisah tentang seorang tuan rumah yang menerima satu kantong plastik berisi kotoran hewan dari tetangganya. Sang tuan rumah tersebut langsung tersinggung dan marah karena merasa martabatnya dilecehkan. Namun, berbeda dengan tuan rumah yang kedua. Ketika menerima satu kantong yang berisi kotoran, ia langsung berpikir untuk menjadikannya pupuk bagi tanaman yang selalu dirawatnya dan berterimakasih kepada tetangganya.

Sejak kecil kita dibiasakan melihat kotoran sebagai sesuatu yg menghinakan. Patut dibuang jauh, tapi dengan adanya kejadian Ibnu.. Barangkali kita bisa menjadi pribadi yg makin bertumbuh

Selamat Hari Raya Nyepi

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 101 other followers