Pangsit Goreng Sabar

Sabtu siang dan sedang hujan di luar. Sejumlah makanan melintas dalam pikiran… Aahhh lapar. Basah pekarangan bikin risih, butuh menu yg ‘kering’ dan kriuk. Beranjak dari tempat tidur memeriksa lemari makanan. Tadi pagi sudah sarapan roti tapi sekarang bingung cari makan siang. Eits, ada plecing kangkung buatan ibu, lumayanlah buat pengganjal.

Hujan belum jg reda, padahal sudah berencana. Sejumlah daftar bahan untuk menu cemilan sore mungkin juga untuk makan malam. Sedang tak suka yang instan. Hasrat ingin bergumul di dapur, semoga cuaca kembali ceria karena aku harus belanja.

.
.
.

Udang, kulit pangsit, kornet ayam, daun bawang… Semua sudah siap. Sedikit bantuan ibu membuat jahe cincang.

Aku menumis semua bahan. Sedikit terkena panasnya wajan. Duh… beginilah pemula. Selapis demi selapis kulit pangsit dibuka, diisi untuk segera dipanaskan. Ah cacing perutku sudah tak tahan. Satu persatu pangsit berenang di penggorengan. Sementara cacingku sudah berteriak kelaparan…  Aku bilang ‘sabar’ nanti saja kalo semua sudah matang.