waktu

by Biyung Nana

“Time is mystery” katamu. Aku diam tapi hatiku berkata setuju. Siapa yang sangka kepergianku kali ini justru untuk bertemu kamu.

Delapan bulan lalu, kami antusias berencana. Menyusun agenda dari perjalanan 4 hari 3 malamku. Apa yg akan kami lakukan, dimana akan menginap serta dgn siapa saja aku akan bertemu.

Dan hanya butuh kurang dari sehari untuk membuat semua yg tersusun menjadi buyar berantakan, lenyap. Ragu untuk pergi karena entah siapa yg akan dituju.

Tiga minggu kemudian aku disini, bersamamu. Ini lewat tengah malam, dingin membuat kita lapar hingga terdampar disudut meja sebuah restaurant cepat saji. Aku duduk dihadapanmu, mendengarmu bercerita, memahami kembali pemikiranmu setelah pertemuan terakhir kita tiga tahun lalu. Tidak banyak yg berubah selain makin dalamnya kamu memaknai keberadaanmu. Pipimu yang chubby juga masih terlihat lucu.

Tapi kita tidak sedang mengulang masa lalu. Tidak juga merencanakan masa depan, hanya menikmati kekinian. Sampai nanti kita bertemu kembali, entah kapan.

(Bandung, 09 Juli 2011)