Biyung Nana

Good Times, Bad Times

Category: Uncategorized

Brand New Day

How many of you people out there
Been hurt in some kind of love affair
And how many times do you swear that you’ll never love again?

How many lonely, sleepless nights
How many lies, how many fights
And why would you want to put yourself through all that again?

“Love is pain,” I hear you say
Love has a cruel and bitter way
Of paying you back for all the faith you ever had in your brain

How could it be that what you need the most
Can leave you feeling just like a ghost?
You never want to feel so sad and lost again

One day you could be looking
Through an old book in rainy weather
You see a picture of her smiling at you
When you were still together
You could be walking down the street
And who should you chance to meet
But that same old smile that you’ve been thinking of all day

You can turn the clock to zero, honey
I’ll sell the stock, we’ll spend all the money
We’re starting up a brand new day

Turn the clock all the way back
I wonder if she’ll take me back
I’m thinking in a brand new way

Turn the clock to zero, sister
You’ll never know how much I missed her
Starting up a brand new day

Turn the clock to zero, boss
The river’s wide, we’ll swim across
Started up a brand new day

It could happen to you – just like it happened to me
There’s simply no immunity – there’s no guarantee
I say love’s such a force – if you find yourself in it
And sometimes no reflection is there

Baby wait a minute, wait a minute
Wait a minute, wait a minute
Wait a minute, wait a minute

Turn the clock to zero, honey
I’ll sell the stock, we’ll spend all the money
We’re starting up a brand new day

Turn the clock to zero, Mac
I’m begging her to take me back
I’m thinking in a brand new way

Turn the clock to zero, boss
The river’s wide, we’ll swim across
Started up a brand new day

Turn the clock to zero buddy
Don’t wanna be no fuddy duddy
Started up a brand new day

I’m the rhythm in your tune
I’m the sun and you’re the moon
I’m a bat and you’re the cave
You’re the beach and I’m the wave
I’m the plow and you’re the land
You’re the glove and I’m the hand
I’m the train and you’re the station
I’m a flagpole to your nation – yeah

Stand up all you lovers in the world
Stand up and be counted every boy and every girl
Stand up all you lovers in the world
Starting up a brand new day

I’m the present to your future
You’re the wound and I’m the suture
You’re the magnet to my pole
I’m the devil in your soul
You’re the pupil I’m the teacher
You’re the church and I’m the preacher
You’re the flower I’m the rain
You’re the tunnel I’m the train

Stand up all you lovers in the world
Stand up and be counted every boy and every girl
Stand up all you lovers in the world
Starting up a brand new day

You’re the crop to my rotation
You’re the sum of my equation
I’m the answer to your question
If you follow my suggestion
We can turn this ship around
We’ll go up instead of down
You’re the pan and I’m the handle
You’re the flame and I’m the candle

Stand up all you lovers in the world
Stand up and be counted every boy and every girl
Stand up all you lovers in the world
We’re starting up a brand new day

(Sting)

——

brand minded

Menurut saya, tidak ada yang salah dengan orang yang brand minded. Selama mereka tidak memaksakan diri dengan merelakan seluruh hidupnya hanya didampingi mie instan setiap malam demi separuh gajinya yang digunakan untuk memuaskan keinginan belanja mereka. Melewatkan zakat dan sedekah. Karena aneh rasanya jika seminggu sekali mampu membeli tas seharga 20 juta tapi merogoh seribu rupiah untuk duafa saja terasa berat.

Saya mengerti betapa banyak uang yang harus keluar demi sebuah penampakan sempurna, terlebih bagi mereka yang tinggal di kota besar. Kesempurnaan penampilan berbasis trend dan high end brand sebagai bukti eksistensi manusia dalam suatu komunitas tertentu.

Sebagian orang merasa lebih percaya diri setelah berbalut Prada sembari menenteng tas tangan Carolina Herrera. Sebutkan semua brand fashion terkenal yang mengeluarkan koleksi terbaru maka dengan segera mereka diburu. Kadang saking antinya dengan kata ‘lokal’, tujuan liburan pun tak lagi Bali dan Lombok, konon dari-yang-pernah-saya-baca turis indonesia berada di urutan nomor satu pada statistik kedatangan turis ke Singapura. Kini Hongkong, Dubai hingga Eropa adalah tujuan liburan bagi mereka yang menginginkan kesan bergengsi . Tapi, sekali lagi itu bukan masalah. Sah sah saja bagi mereka menikmati semua itu selama mereka memang mampu. Sejauh mereka tidak menghalalkan cara cara buruk demi mendapatkan semua pengakuan itu. Ngebluff misalnya, atau sampai menyakiti hati seseorang demi meraih cita cita kesetaraan gengsi.

Di dunia berbeda orang akan berkata itu semua hanya label yang diciptakan manusia. Nilai yang hanya sebatas duniawi. Tapi sayang sekali, kata-kata William Shakespeare “What’s in a name” tak pernah berlaku disini, because a name is never just a name. Disini orang tak ingin susah payah menilai, tak ada istilah don’t judge a book by its cover.

You are what you wear
You are who you hang out with
You are what you drive
and so on..
and so on..

Be mentally ready, you are now marked by your Chanel suit.

melambung terjungkal

Banyak hal duniawi yang bisa bikin silau hati. Sinar kemilau yg kelewat terang kadang membalikkan hati yg tadinya tercerahkan menjadi hilang tujuan. Seberapa kuat kita bertahan untuk menjaga kaki tetap menginjak bumi saat diri melambung tinggi?

Sementara, menurut pengalaman leluhur, hidup tak senantiasa dipenuhi gemerlap sinar. Ada kalanya kefakiran membuat kita terjungkal. Nama tak lagi dielu-elukan bahkan nyaris tak dikenal.

Semua manusia punya tujuan hidup bahagia. Bedanya nilai bahagia tiap manusia tak ada yang sama. Ada yang berlomba menunjukkan kemegahan diri ada pula yang bersahaja hidup dengan sederhana.

Meski melambung, meski terjungkal, sudah seharusnya kita menjaga keimanan. Hanya saja murahnya ucapan tak sekuat godaan syetan. Ah.. Sekarang syetan yang disalahkan..

Separuh Ingatan

Umur belum sampai 26, tapi ingatan hidup separuhnya sudah hilang. Mungkin gaya hidup dan pola makan serta pencemaran udara mengkontaminasi kinerja otak dalam menyimpan kenangan.

Sejak pertama kali otak ini mampu mengingat, yang tersisa hanya penggalan-penggalan cerita tak sempurna, bahkan nyaris tak terbaca. Seperti puzzle berserakan yang entah mana susunannya.

Belum genap kulewati angka 26 dan separuh kisahku tenggelam. Tanpa saksi, tanpa jejak…

Ada yg bisa bantu aku mengingat?

why me? why now? why here

Pertanyaan abadi alias blom tau jawabannya. Kenapa saya, kenapa saat ini dan kenapa disini.

Sebenarnya masih banyak lagi pertanyaan lain, seperti… Habis ini kemana, Apa iya cuma segitu, sama siapa aja? Dan lain lain.

Sejak kecil selalu merasa saya ini pemeran utama, dunia ini panggungnya, tapi kenapa saya? Dan kenapa tidak bisa menyentuh semua, tidak bisa melihat semua. Bahkan masih banyak yang tak kenal saya. Kamu, kalian, mereka, bahkan benda-benda tak bernyawa. Kenapa cuma segini saja?

Entah kapan bisa tau jawabannya. Setelah nafas habis lalu kemana? Apakah nanti setelah tiba waktunya saya masih bisa bertanya?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 101 other followers